NGAWI – Jajaran kepolisian tidak mau kecolongan oleh aksi sindikat bajing loncat saat arus mudik dan balik lebaran. Belasan sniper bakal diterjunkan untuk mengantisipasi street crime tersebut. Para penembak jitu itu akan ditempatkan di beberapa titik yang selama ini acap kali digunakan kawanan bajing loncat menjalankan aksinya. Salah satunya, kawasan hutan jati di sepanjang jalur Ngawi-Mantingan.
Beberapa kejadian sebelumnya, tindak kejahatan bajing loncat saat menjalankan aksinya sulit terdeteksi petugas kepolisian. Kawanan pelaku kejahatan itu dengan lihai memanfaatkan kelengahan petugas. ”Harus tetap waspada. Yang pasti, sniper sudah kami libatkan guna mengantisipasi kejahatan bajing loncat,” terang Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Suseno mendampingi Kapolres AKBP Budi Sajidin.
Selain mewaspadai bajing loncat, lanjut Suseno, pihaknya juga akan siaga mengantisipasi tindak kriminalitas yang lain seperti perampokan, penodongan, dan penjambretan. ”Akan ada pos-pos keamanan di kawasan yang rawan terjadinya kejahatan. Dengan demikian memudahkan pengamanan,” tegasnya.
Dikatakan, untuk mengamankan arus mudik dan balik kali ini akan dikerahkan 350 personel kepolisian. Pengamanan juga melibatkan instansi lingkup pemkab, yakni sebanyak 150 petugas. Meliputi tenaga medis, pemadam kebakaran (PMK), dan petugas logistik penunjang lainnya. ”Dari Kodim juga akan mengerahkan personelnya untuk membantu pengamanan mudik ini,” tuturnya.
Lanjut dia, para personel pengamanan, baik dari kepolisian maupun instansi lainnya, akan ditempatkan di 12 pos pengamanan sudah mulai disiagakan. Selain itu, tiga pos pengamanan sentral guna menunjang efektivitas pengamanan. Yakni, pos pengamanan rest area Monumen Soeryo, perempatan Kartoyono (PAM Margomulyo) dan kawasan perbatasan Ngawi-Caruban (PAM Talok). ”Semua personel sudah harus berada di lokasi tugas masing-masing,” ungkapnya.
Untuk kelancaran arus mudik itu sendiri, juga disediakan bus terpadu. Alat transportasi itu digunakan untuk mengantisipasi kendaraan pemudik apabila mengalami mogok yang lokasinya jauh dari bengkel. Dengan demikian dapat mengurangi kemacetan yang ditimbulkannya. ”Selain mobil derek, juga ada bus terpadu yang akan melayani reparasi kendaraan pemudik yang mogok,” pungkasnya. jawapos