NGAWI-Polisi tak mau kecolongan.Sebanyak 350 personel bakal diterjunkan dalam pengamanan arus mudik lebaran tahun ini.Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas(lakalantas)di sepanjang jalur mudik.
Sama halnya tahun lalu,tiga lokasi akan menjadi sentral pengamanan.Yakni,rest area Monumen Soerjo, perempatan Kartoyono(PAM Margomulyo),dan kawasan perbatasan Ngawi-Caruban(PAM Talok).
Di ketiga lokasi itu,tidak hanya petugas kepolisian yang dilibatkan.Tim medis dari rumah sakit dan puskesmas setempat juga diterjunkan.Selain itu,setiap pos juga disiagakan mobil pemadam kebakaran(PMK). ‘Jadi,dalam pos-pos itu terdapat petugas gabungan dari beberapa satker(satuan kerja,Red)yang ada keterkaitan dalam melancarkan arus mudik kali ini,’ terang Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Suseno mendampingi Kapolres AKBP Budi Sajidin kepada wartawan,kemarin(2/9).
Operasi Ketupat kali ini berlangsung selama 16 hari. Sejak H-7,petugas kepolisian yang dilibatkan sudah harus stand by di pos-pos pengamanan yang disediakan. Dan,langsung menjalankan tugas menjaga ketertiban para pengguna jalan yang mayoritas pemudik itu.Hal itu guna mengantisipasi kemacetan yang kerap menjadi kendala. ‘Dengan mengetahui situasi dan kondisi jalur,petugas akan mudah melakukan pengamanan,’ungkapnya.
Menurut dia,pihaknya selama sepekan terakhir sudah melakukan inspeksi mendadak(sidak)ke titik-titik rawan lakalantas.Dari jalur-jalur tersebut,kebanyakan minim penerangan dan rambu-rambu petunjuk.Untuk itu,para pemudik yang melintasi area yang dikenal jalur tengkorak tersebut harus hati-hati dan waspada. ‘Alternatif yang kami jalankan pemasangan scot light atau mata kucing di kanan dan kiri jalan,’tegasnya.
Pemasangan scot light itu sendiri di khususkan di kawasan tikungan dan tanjakan yang minim penerangan. Rambu lalin itu sangat berguna sekali pada malam hari. Akan memancarkan sinar balik saat terkena sorot lampu kendaraan.’Akan sangat bermanfaat sekali bagi para pemudik yang melakukan perjalanan di malam hari,’ tuturnya.
Lanjut dia,pengamanan jalur mudik kali ini memang dilakukan ekstra ketat.Tak hanya mengantisipasi kemacetan,tapi juga kerawanan tindak kejahatan. Terlebih hampir semua jalur yang dilalui pemudik minim penerangan.Dan,jauh dari pemukiman warga.Seperti kawasan hutan di sepanjang Jalan Raya Ngawi-Mantingan. ‘Kami menerjunkan petugas selama 24 jam.Jadi harus ekstra waspada guna mengantisipasi semua tindak kejahatan,’tegasnya.