Ratusan pendaki yang akan mengikuti upacara Peringatan HUT ke-65 RI di Puncak Gunung Semeru sudah melakukan perjalanan panjang menuju ke Puncak Arcopodo. Diantara 700 orang pendaki yang mendaftarkan diri terdapat 9 orang warga negara asing (WNA). Mereka berasal dari Perancis dan Jerman.
Diantara pendaki yang menjalankan misi pendakian ke puncak Semeru, juga terdapat 9 orang dari Mancanegara. Hanya saja dari 2 pendaki mancanegara yang tetap meneruskan perjalanan menuju puncak.
Sedangkan, yang lainnya tengah meniti perjalanan untuk kembali ke pos awal di titik Ranu Pane,” kata Kepala Resort Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Pos Ranu Pane Sarmin kepada detiksurabaya.com, Senin (16/8/2010).
Jumlah rinciannya, 600 pendaki asal Pulau Jawa dan 100 orang pendaki lainnya dari luar Jawa dan mancanegara. “Ke-129 pendaki ini, masih ditambah personel pendamping atau pemandu yang jumlahnya mencapai 40 orang lebih, ditambah pendaki lokal asal Lumajang,” ungkapnya.
Sesuai data yang dicatatkan di Pos Ranupane sebagai titik awal pendakian, disebutkan Sarmin, kelompok pendaki yang turut serta dalam perjalanan sejauh 17,5 kilometer menuju puncak yang akan ditempuh dalam waktu 8 jam dalam kondisi cuaca cerah tercatat berasal dari Jakarta, Surabaya, Tasikmalaya dari berbagai kelompok pendaki asal berbagai daerah di Jawa Timur.
Para pendaki, lanjutnya akan didampingi puluhan petugas pendamping diantaranya dari TNBTS, SAR Lumajang, Tim Vulkanologi, Satlak PB Kabupaten Lumajang, volter atau pendamping lokal asal Ranu Pane serta kelompok pendaki lokal yang dilibatkan sebagai tim pemandu karena sangat hafal dnegan rute pendakiannya. Jumlah petugas pendamping resmi dari berbagai instansi, tercatat berjumlah 40 orang lebih.
“Sedangkan, pendamping dari kelompok pendaki lokal asal Lumajang tidak terhitung secara rinci karena masuk dalam kelompok pendaki sendiri. Meski mereka sangat hafal rute pendakian dan juga diikutkan dalam tugas pendampingan ke puncak dalam kegiatan rutin Agustusan ini,” tandasnya.
detik