Gempa dengan kekuatan 5,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Malang. Gempa berlokasi di 8,80 derajat lintang Selatan (LS) dan 112,53 derajat bujur timur (BT) atau berada di 89 km barat daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 74 km. Ini terjadi Selasa (17/8) hari ini, sekitar pukul 05.19:17 WIB. Gempa juga dirasakan oleh masyarakat Karangkates pada skala intensitas III MMI( Modified Mercalli Intensity).
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Karangkates, Adi Supriyanto, Selasa (17/8) mengatakan, gempa disebabkan adanya aktivitas lempeng tektonik akibat dari pergerakan lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia sehingga menimbulkan aktivitas benturan lempeng
Seperti diketahui, Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng philipina, lempeng pasifik dan lempeng indo-australia. Tiap lempeng berjalan dengan kekuatan satu skala richter pertahun. Di Jawa terdapat perbatasan langsung lempeng, karena potensi gempa sangat besar.
Untuk itu, masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan yang diharapkan berkekuatan lebih kecil. Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena meskipun pusat gempabumi terletak di laut, namun diperkirakan tidak terjadi deformasi dasar laut yang dapat membangkitkan tsunami.
Sekedar diketahui, kemampuan untuk memprediksi terjadinya gempa bumi merupakan salah satu fokus para saintis sebagai respon dan keprihatinan atas dampak yang ditimbulkannya selama ini. Gempa sendiri merupakan gejala alam yang benar-benar menunjukkan kuasa Yang Maha Pencipta. Pengetahuan dan ilmu yang dimiliki manusia tidak akan mampu meramalkan kapan gempa itu terjadi. Namun yang dapat dilakukan adalah bagaimana info tentang gempa ini dapat cepat disebarkan sehingga dapat memperkecil dampak yang ditimbulkan oleh gempa itu.