Ratusan Guru dan Pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di Ngawi mengeluhkan sulitnya honor mereka. Sudah hampir 4 bulan GTT/PTT ini belum mendapat honor dan belum diketahui sampai kapan keluhan itu bakal teratasi.
GTT/PTT yang megeluhkan honor itu adalah pegawai dan guru yang tidak sempat masuk dalam data base. “Kami sudah 3 bulan tidak dapat honor, mungkin bakal jadi bulan keempat pada April ini,” kata Galih salah satu GTT.
Salah satu GTT lainnya mengakui honor yang diterima sebenarnya terhitung minim dan lebih rendah dari UMK Ngawi yakni hanya sekitar Rp 400 ribu per bulan sedangkan UMK Ngawi sekarang ini kisarannya Rp 510 ribu per bulan. “Padahal kami harus mengajar setiap hari, tidak peduli apakah sudah dapat honor atau tidak,” katanya.
Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Amin Sunarto mengakui, honor GTT/PTT yang tidak termasuk dalam data base memang masuk dalam satuan kerja masing-masing. “Jadi tergantung SKPD untuk mengatur pengalokasiannya, selama ini memang sdah ada yang mengajukan namun penggunaan APBD kan memang belum cair,” katanya.
Menurut Amin Sunarto, honor untuk GTT/PTT itu bisa saja cair asalkan SKPD masing-masing sudah mampu membereskan pengajuan dananya. Saat ini baru sebagian kecil SKPD yang mengajukan honor bagi GTT/PTT non data base ini. “Namun selama SKPD bisa mengatur dan pengajuan lengkap ya bisa kita berikan,” ujarnya.
Jumlah GTT/PTT yang tidak masuk dalam data base ini masih sekitar 400-an orang lebih. Selain tanggung jawab penggajian mereka diserahkan ke SKPD, nasib mereka juga masih terkatung-katung untuk bisa menuju ke data base dan terangkat menjadi CPNS.
Tolong ditinjau untu penerimaan GTT di Kec. Kendal untuk pihak yang berkompeten. apa benar masuk jadi GTT harus bayar 1,5 Jt – lebih, dan gimana jadinya kalau sekolahan terus menerima GTT dan adanya nama fiktif? tolong teman2 yang baca. bantu keluhan kami GTT Kec. Kendal. Ngawi